Selasa, 10 Mei 2011

OPKR 20.004 B

KEPALA SILINDER
            Untuk melakukan pembongkaran kepada kepal silinder sebaiknya dipersiapkan alat-alat dan bahan,yang dibutuhkan dalam pembonkaran atau praktek dalam bengkel.



Alat
Alat-alat yang digunakan adalah:
v Kunci moment
v SST
v Kunci cok 17mm
v Kunci ring 17mm dan kunci pas
v Kunci ring 14mm dan kunci pas

Bahan
Bahan yang digunakan adalah
v Catatan beserta pulpen
v 1 set mesin yang dilengkapi dengan kepala silinder
v Minyak untuk mencuci
v Kain lap.
Sebelum melakukan pembongkaran perlu diperhatikan keselamatan ban/mesinyang akan dibongkar. Ada beberapa yang harus lepas antara lain:
·  Lepaskn dahulu terminl negtif baterai
·  Jauhkan dari kotoran, jangan memegang blok jika tangan dalam keadaan kotor atau berdebu
·  Perhatikan urutan pembukaan dn pengerasan but kepala silinder 9pengerasan dengan 60N\m2

NB:JANGAN MELEPAS KEPALA SILINDER PAD WAKTU TEMPERATUR PANS. KARENA DAPAT MENJADIKAN KEPALA SILINDER BAUNG.

Langkah Kerja
A.    PELEPASAN
Hal-hal yang perlu diperhatik sewaktu melepas kepala silinder. Antara lain adalah sebagai berikut
·  Lepaskan terminal negatif baterai
·  Buang air pendingin dari blok motor  dan radiator gunakan kran-kran pembuang.
·  Lepaskan selang radiaor bagian atas, kabel busidan kabel pengukur temperature.

·  Perhatikan urutan melepas unit tuas penekan katub
·  Lepas batang-batang penekan dan susun beraturan
·  Hati –hati waktu melepas baut saluran buang jangan sampai patah, beri pelumas penekan lebih dahulu
·  Terdapat 2 cara melepas saluran masuk dan buang

a.       Sewaktu kepala silinder masih terpasang kita lepas saluran masuk dan buang kemudian kepala silinder akan dikeluarkan dan saluran masuk, pipa buang akan tinggal diruang motor.

b.      Jika sekrup-sekrup saluran masuk / buang tidak terdapat dilepas pada kepala silinder yang terpasang kita lepas pipa knalpot pada saluran buang kemudian kepala silinder akan dikeluarkan bersama pipa saluran masuk/ buang yag masih terpasang untk ini kabel dan selang untuk karbulator dileps dahulu.
·    Lepas baut kepala silinder dengan menggunakan kunci cok perhatikan urutan lepasannya.
·    Periksa keretakan kepala silinder disekitar dudukan kutub buang, jika oli tercampur dengan air pendingin ( akan berwarna seperti susu)


B.     PEMBERSIHAN
setelah kepala silinder dilepas, katup-katup, dan komponen-kompone lainnya pemeriksa dengan cara manual. Langkah pembersihan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
ÄBersihkan permukaan berpaking dengan menggunakan skrap atau sikat kawat,lalu dicuci dengan minyak.
ÄPerhatikan lubang –lubang ulir pada balok silinder lubang-lubang tersebut harus bersih tiup dengan angin lalu dicuci  dengan minyak.
ÄCuci kepala kepala silinderdengan minysk lslu cuci dengan air sabun dan bersihkan dengan air lalu ditiup dengan angi kompressor agar kotoran- kotoran kecil terbuang


C.    PEMERIKSAAN
Untuk melakukan pemeriksaan baiknya kepala silinder dibersihkan lalu keringkan dengan udara tiup hal-hal yang perlu diperiksa adalah :
v periksa kerataan permukaan kepala silinder dari keretakan , bila ada goresan-goresan sebaiknya dihaluskan dengan menggunakan amplas halus.
v Periksa keausan permukaan, agar lebih akurat gunakan water pass dan kepala silinder diletakkan dimeja perata lalu celah antara permukaan kepala silinder dengan water pass diukur dengan menggunakan filler gauge dengan cara dimasukkan/ diselipkan ke celah tersebut.
v Periksa kelurusan permukaan kepala silinder.

D.    PEMASANGAN
Setelah melakukan pembongkaran dan pembersihan , juga perbaikan lalu kita akan melakukan pemasangan.         
 Langkah pemasangan :
Ø Pasang klep, pegas dan kuku-kuku dengan menggunakan SST.
Ø Pasang paking, lalu lem dan pasangkan keblok silinder.
Ø Masukkan baut-baut kepala silinder lalu kencangkan dengan menggunakan kunci momen dengan kekuata 60 N/m.
Ø Setelah kepala silinder dipasang, pasang rocker arm dan batang-batang pendorong pada kepala silinder.
Ø Pasang tutup kepala silinder.
Ø  Pasang kabel busi, kabel negatif baterai, pasang selang radiator.
Ø Setelah semua terpasang periksa apakah masih ada yang belum terpasang, jika semua sudah terpasang. Semua sudah selesai.




BLOK SILINDER
            Dalam pembahasan awal kita sudah membahas tentang kepala silinder maka untuk itu sekarang kita akan melakukan pembongkaran, pemeriksaan, dan pemasangan maka perlu dipersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk melakukan pembongkaran, pemeriksaan, dan pemasangan blok silinder.





Alat dan bahan
1.      Alat.
              Alat-alat yang dibutuhkan adalah :
Í Kunci ring.
Í Kunci pas.
Í Kunci Gk.

2.      Bahan.
              Bahan yang digunakan .
Í 1 set mesin yang lengkap dengan blok silinder.
Í minyak untuk mencuci.
Í kain lap.



A.       PEMBONGKARAN
Untuk melakukan pembongkaran ada baiknya kita melepas kepala silinder beserta
komponen-komponennya.
Setelah kita melepas kepala silinder lepas bglok silinder dengan cara-cara sebagai berikut :
v Keluarkan Oli.
v Buang Air pendingin.
v Lepaskan Kepala Silinder.
v Pada motor OHC perhatikan tanda-tanda pada tinming belt.
v Lepaskan komponen- komponen yang melekat pada blok silinder misalnya :
·    Motor Starter.
·    Alternator.
·    Pompa bensin.
·    Puli.
·    Fly Wheel.
·    Bak carter.
·    Penggerak poros chan.
·    Lalu poros cham pada OHV.
v Pasang tanda pada tutup bantalan poros engkol dan pada batang torak.
v Perhatikan tanda-tanda harus memastikan tempat dan arah pasangan dari setiap bagian mekanisme engkol.
v Sebelum torak dikeluarkan bersihkan sisi torak pada bagian atas silinder gunakan sekrup dan amplas.
v Lepaskan dan keluarkan batang torak dan toraknya tempatkan pada bagian-bagiannya sesuai dengan urutan, perhatikan agar bantalan-bantalan tidak tercampur
v Lepaskan tutup-tutup bantalanporos engkol keluarkan poros engkol dan tempatkan bagian-bagian sesuai dengan urutan.
v Beri tanda nomor pada panggung bantalan-bantalan.


B.      PEMBERSIHAN
Untuk melakukan pembersihan blok silinder biasanya dibersihkan dengan menggunakan minyak. Pembersihannya antara lain :
ÄBersihkan blok silinder dari kotoran dan sisa paking keringkan dengan menggunakan udara tekan, tiup salvion, oli, dan lubang-lubang air dengan menggunakan kompressor.
ÄBersihkan blok silinder/ poros engkol dan perlengkapannya dengan minyak tanah dan bersihkan dengan udara tekan tiup saluran-saluran oli pada poros engkol.
ÄTempatkan bagian-bagiannya berurutan.

C.       PEMERIKSAAN
Pemeriksaan blok silinder dapat dilakukan dengan pengukuran, hasil pengukuran yang kami dapatkan dibengkel adalah :
Ø Hasil pengukuran jangka sorong 72,20.
Ø Anfil yang digunakan 70+2 mm.
Ø Ambil mikrometer (50-75 mm) lalu kalibrasi lalu buat ukuran mikrometer 73 ( lebih besar dari pengukuran jangka sorong).
Ø Pasang anfil pada cylinder bore gauge dan pasang dial indikator, lalu kalibrasi cylinder bore gauge dengan cara memasukkannya ke ukuran yang sudah dibuat pada mikrometer.
Ø Lalu ukur (Hasil pengukuran saya)
·    A1   :73,00 mm-1,81=72,19
·    A2   :73,00 mm-1,80=72,20
·    A3   :73,00 mm-1,82=72,18

Ketirusan :
            A1-A3=72,19-72,18=0,01 mm
           
            B1 : 73,00 mm-1,82=72,18 mm
Keovalan :
            A1-B1=72,19-72,18=0,01 mm


TIMING BELT

A.       PEMBONGKARAN
Untuk melakukan pembongkaran seharusnya diper hatikan beberapa hal berikut :
Ø  Terminal negatif baterai dilepas agar motor tidak dapat distart
Ø  Jangan memutar dengan sudut yang besar pada poros engkol atau poros cham. Sewaktu sabuk timing dilepas (katup-katupdapat bertumbukan dengan torak akibatnya katup dapat menjadi bengkok.
Ø  Untuk mencegah bertumbuknya katb dengan torak bebaskan celah katup sebesar mungkin.


Langkah kerja :
ÍLepas puli.
ÍLepas tutup rumah sabuk timing.
ÍCari tanda pada gigi poros engkol, poros cham, dan sabuk timing.
ÍSebelum sabuk dilepas tepatkan tanda-tandanya untuk memudahkan pemasangan.
ÍKendorkan tensiometer dorong rol penekan kearah kendor kemudian lepaskan tensiometer.
ÍLepaskan sabuk timing, jika sabuk timing akan dilepas lagi beri arah putarannya.

B.        PEMERIKSAAN
Í Periksa keausan dari timing belt. Apakah masih layak untuk dipakai.
Í Perksa ketegangan sabuk timing.
Í Periksaan keadaan timing belt.

C.       PEMASANGAN
Í Pasang timing belt dengan tangan tanpa alat pada roda-roda gigi yang sudah tepat pada tanda-tandanya sewaktu pemasangan. Tegangkan sabuk pada sisi sabuk yang ditekan tensioner.
Í Hati-hati sewaktu pamasangan sabuk timing, jangan bekerja kasar sabuk tidak boleh bengkok dan perhatikan gigi-giginya.
Í Stel ketegangan sabuk timing.
Í Putar poros engkol searah dengan putaran jarum jam.

CATATAN :
Ø   Jangan melumasi sabuk timing.
Ø   Sewaktu menyetel sabuk jangan menambah ketegangan dengan mendorong tensioner.
Ø   Saat sabuk timing kendor jangan memutar poros engkol.
Ø   Biasanya sabuk timing tidak dapat diperbaiki karena rusak harus digabti ( setiap 1000 KM ).


POROS ENGKOL
          
Untuk melepaskan poros engkol sebaiknya terlebih dahulu melepas kepala silinder, blok silinder, setelah blok silinder dilepas maka poros engkol sudah bisa kita ambil.

A.       PEMBERSIHAN
ÄBersihkan poros engkol dan perlengkapannya dengan minyak tanah dan dikeringkan dengan menggunakan kompressor.
ÄTempatkan bagian-bagiannya berurutan supaya dalam pemasangannya tidak salah memasukkan

B.        PEMERIKSAAN
ÄPeriksa poros engkol dengan cara visual,
Kondisi permukaan luncur dari pen-pen dan keausannya pada dudukannya dan pasak puli, jika permukaan tergores perbaiki dengan amplas halus.
ÄPeriksa kelonjongan poros engkol dengan memasang poros engkol pada blok diatas meja perata dengan alat indikator jarum.
ÄPeriksa diameter pena-pena bantalan poros engkol dan batang torak dengan mikrometer.

Catatan :
ÄJika pasak pada poros roda gigi poros engkol berada segaris dengan sumbu silinder motor torak pada silinder 1dan ke4.
ÄJika berada segaris sumbu dengan pusat poros engkol dan poros cham maka torak silinder ke1 pada posisi akhir langkah kompressi.
ÄUkur celah kontak antara gigiporos cham biasanya besar celah kontak 0,3 mm




HASIL PEMERIKSAAN DENGAN PENGUKURAN
            Hasil pengukuran
Kelonjongan poros engkol
            Pengukuran 1  : 40,20 mm
            Pengukuran 2  : 40,18 mm
Jadi kelonjongannya adalah
            Pengukuran 1- Pengukuran 2 = 40,20 mm  - 40,18 mm = 0,02 mm


Tidak ada komentar:

Posting Komentar